Senin, 27 Juli 2015

Cabang-Cabang Psikologi (Psychology Branches and Fields)



CABANG-CABANG PSIKOLOGI

1. Pendekatan proses
Pendekatan prosei dibagi menjadi tiga bidang utama: psikologi fisiologis, kognitif, dan komparatif.

A. Psikologi fisologi atau biopsikologi
Biopsikologi adalah ilmu yang mempelajari  mekanisme perilaku dan pengalaman dari sisi fisiologi, evolusi, serta perkembangan. Istilah biopsikologi memiliki makna sama dengan psikobiologi psikologi fisiologi, dan neurosains perilaku. Istilah biopsikologi memberi tekanan bahwa tujuan akhirnya adalah mengaitkan antara topik-topik biologi dengan psikologi. Sebagai bidang studi, neurosains banyak mengandung konsep-konsep yang berkaitan dengan perilaku . di bidang studi tersebut pun banyak terkandung detail-detail yang berkaitan dengan anatomi dan kimia.
Psikolog fisiologis (atau biopsikolog) tertarik dengan dasar fisik perilaku, bagaimana fungsi-fungsi sistem saraf (khususnya otak) dan sistem endokrin(hormonal) berhubungan dengan dan memengaruhi perilaku proses-proses mental. Sebagai contoh, apakah ada bagian-bagian otak yang berhubungan secara spesifik dengan perilaku dan kemampuan tertentu? Apa peran yang dimainkan hormon di dalam pengalaman emosi dan bagaimana kaitannya dengan proses-proses otak? Apa hubungan antara aktivitas otak dan kesadaran-kesadaran yang berbeda(termasuk tidur)?
Salah satu proses biologis yang secara fundamental penting dengan implikasi penting untuk psikologi adalah transmisi genetik. Isu keturunan dan lingkungan(nature dan nurture) didasarkan pada yang telah ditemukan oleh para ahli genetika tentang karakteristik-karakteristik yang dapat diteruskan dari orangtua kepada anaknya, bagaimana ini terjadi, dan bagaimana faktor genetik berinteraksi dengan faktir-faktor lingkungan. Topik-topik lain di dalam psikologi fisiologi termasuk motiivasi dan stress(salah satu topik penting di dalam psikologi kesehatan) dan proses-proses sensorik, yang berkaitan erat dengan persepsi.

B.Psikologi kognitif
Secara spesifik, psikologi kognitif adalah sebuah bidang studi tentang bagaimana manusia memahami, belajar, mengingat, dan berpikir tentang suatu informasi. Seorang psikolog kognitif mempelajari cara manusia dalam memahami beragam bentuk, kenapa mereka ingat beberapa fakta tetapi lupa fakta yang lian, atau bagaimana cara mereka belajar bahasa . sebagai contoh, kenapa objek terlihat lebih jauh di hari berkabut ketimbang semestinya? Kenapa banyak orang yang mengingat pengalaman tertentu (contohnya momen yang sangan membahagiakan atau memalukan selama masa kanak-kanaknya), tetapi mereka bias lupa nama seseorang yang sudah mereka kenal beberapa tahun lalu? Kenapa banyak orang yang lebih takut melakukan perjalanan dengan pesawat ketimbang dengan mobil?
Proses-proses kognitif (atau mental) mencakup atensi, ingatan,persepsi, bahasa, berpikir, mengatasi masalah, mengambil keputusan, penalaran, dan pembentukan konsep (aktivitas-aktivitas mental “higher-order”)? Meskipun ini sering diteliti demi penelitian itu sendiri, mereka juga dapat mempunyai implikasi praktis penting, misalnya memahami proses-proses ingatan yang terlibat dalam kesaksian saksi mata. Psikologi sosial (disini diklasifikasikan menjadi bagian person approach) sangat beraroma kognitif: banyak psikolog sosial meneliti proses-proses mental yang kita gunakan ketika berusaha menjelaskan perilaku seseorang, misalnya kognisi sosial. Selain itu, teori piaget(sekali lagim menjadi bagian person approach) menyangkut perkembangan kognitif.

C. Psikologi komparatif
Psikologi komparatif  adalah kajian perilaku binatang nonmanusia, yang tujuannya mengidentifikasi persamaan dan perbedaan diantara spesies-spesies. Psikolog ini juga melibatkan kajian perilaku binatang non manusia untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku manusia. Dasar psikologi komparatig adalah teori evolusi. Bidang-bidang penelitiannya termasuk classical conditioning dan operant conditioning, komunikasi,bahasa, dan ingatan binatang, dan penjelasan evolusioner tentang perilaku manusia. mengajarkan bahasa kepada nonmanusia didiskusikan dalam kaitannya dengan perkembangan bahasa.

D. Psikologi sosial
Sebagian psikologi akan mengatakan bahwa “semua psikologi adalah psikoogi sosial”, karena semua perilaku terjadi dalam konteks sosial dan, bahkan pada saat sendirian, perilaku kita dipengaruhi oleh orang lain. Akan tetapi, biasanya memilikii pengatuh yang segera dan langsung ketika mereka hadir (seperti dalam conformity dan obedience).
Psikologi sosial memfokuskan diri terutama pada pemahaman sebab-sebab perilaku dan pemikiran sosia, dan pikiran kita dalam berbagai situasi sosial. Pesikologi sosial mencapai tujuan ini dengan menggunakan metode-metode ilmiah, dan menyadari bahwa perilaku dan pemikiran sosial dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, kognitif, lingkungan, budaya , dan biologis.
 Psikologi sosial juga berkaitan dengan persepsi sosial (atau interpersonal) (membentuk impresi/kesan pada orang lain), hubungan interpersonal, prasangka dan diskriminasi, dan perilaku pro-dan antisosial (khususnya agresi).

E. Psikologi perkembangan
Bidang perkembangan manusia berfokus pada studi ilmiah dari proses perubahan  yang sistematis dan keseimbangan pada individu. Ilmuwan perkembangan (developmentalist)-individu yang berkomitmen dalam studi professional mengenai perkembangan manusia- melihat dari sudut pandang ketika individu berubah mulai dari proses pembuahan sampai dengan proses dengan proses kedewasaan maupun melihat karakteristik yang cukup stabil pada individu.
Psikologi perkembangan mengkaji perubahan biologism sosial, dan emosional yang terjadi pada orang dari waktu ke waktu. Salah satu perubahan signifikan di dalam psikologi perkembangan selama lebih kurang 30 tahun terakhir adalah pengakuan bahwa perkembangan tidak terbatas pada masa kanak-kanak dan remaja, tertapi merupakan proses seumur hidup (life span approach [pendekatan seumur hidup]). Sekarang secara umu diterima bahwa perkembangan terus berlanjut melebihi masa kanak-kanak dan remaja, sampai dewasa dan tua.
Psikologi perkembangan bukan sebuah bidang yang terisolasi atau independen, dan kemajuan-kemajuan yang terjadi di dalamnya tergantung pada kemajuan dalam psikologi secara keseluruhan, misalnya genetika perilaku, psikologi (neuro)fisiologis, pembelajaran, persepsi, dan motivasi. Meskipun teori piaget tentang perkembangan kognitif menjadi sarana untuk memetakan perubahan-perubahan yang terjadi sampai umur 15 saja, teori tersebut dianggap memeberikan kontribusi penting kepada psikologi secara keseluruhan. Meskipun fokusnya adalah pada perkembangan normal, menyangkut perkembangan eksepsionall/atipikal.

2. Bidang-bidang psikologi terapan
Diskusi tentang pendekatan orang/proses sebagian berkaitan dengan cabang akademik psikologi. Oleh karena bidang psikologi terapan semuanya berhubungan dengan orang, maka dapat dianggap sebagai aspek terapan dari pendekatan orang.
Menurut Hartley dan Branthwaite (1997), kebanyakan psikolog terapan bekerja di empat bidang utama: psikologi klinis, pendidikan, dan okupasi, dan pelayanan pemerintah (misalnya psikolog forensik atau psikolog kriminologi). Selain itum Coolican et al. (2007) mengeidentifikasi psikologi konseling, olahraga, kesehatan, dan lingkungan.
Hartley dan Branthwaite (1997) mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan psikolog di bidang-bidang yang berbeda ini memiliki banyak persamaan: bahan kajian pekerjaan mereka yang berbeda dan bukan keterampilan yang mereka terapkan. Konsekuensinya, mereka menganggap seorang psikolog terapan adalah seseorang yang dapat menggunakan keterampilan terspesialisasinya dengan tepat-guna dalam situasi-situasi yang berbeda.

A. Psikologi klinis 
Psikologi klinis merepresentasikan divisi tunggal besar dalam BPS (Coolican et al. , 2007) dan di amerika serikat (Atkinson et al. , 1990).
Psikolog klinis kebanyakan bekerja di lingkup perawatan kesehatan, termasuk rumah sakit, pusat kesehatan, tim-tim kesehatan mental masyarakat, pelayanan kesehatan mental anak dan remaja, dan pelayanan sosial. Mereka biasanya bekerja sebagai misalnya, pekerja sosial, praktisi medis, dan professional-profesional kesehatan lainnya, di inggris, kebanyak bekerja di NHS, tetapi sebagian bekerja dalam praktik swasta.  Fungsi-fungsi psikolog klinis termasuk:
Mengases orang dengan berbagai learning difficulties(LDs)(kesulitan belajar), mengadministrasikan tes-tes psikologi pada orang yang mengalami kerusakan otak, merancang program rehabilitasi bagi pasien psikiatri jangka panjang, dan mengases orang lanjut usia untuk melihat kebugaran mereka untuk hidup secara mandiri.
Merencanakan dan  melaksanakan program –program terapi, biasanya terapi perilaku/modifisikasi perilaku(yang keduanya didasarkan pada prinsip-prinsip teori pembelajaran) atau psikoterapi (kelompok atau individual) daripada, atau sebagai tambahan untuk, teknik-teknis perilaku.
Melaksanakan penelitian psikologi abnormal, termasuk efektivitas berbagai metode yang berbeda (“outcome”studies); pasiennya biasanya orang dewasa, banyak diantaranya lanjut usia, di rumah sakit psikiatri, bangsal psikiatri di rumah sakit umum dan klimik psikiatri.
Keterlibatan dalam community care, sebagai perawatan psikiatrik secara umum di luar rumah sakit psikiatri besar.
Mengajar kelompok-kelompok professional lain, seperti perawat, psikiater, dan pekerja sosial.

B. Psikologi konseling
Psikolog konseling adalah (a) M.Sc. atau diploma atau Doktor terakreditasi di bidang psikologi konseling (tiga tahun purnawaktu atau paruh-waktu ekuivalen) atau (b) kualifikasi BPS di bidang psikologi konseling (tiga tahun studi dan praktik independen purnawaktu).
Mereka bekerja di NHS (di rumah sakit umum dan psikiatri GP surgeries), di rumah sakit swasta dan praktik swasta, di sekolah, college dan universitas, di pelayanan penjara, di industry, dan di institusi perusahaan public dan swasta. Mereka mungkin menangani langsung individu, pasangan, keluarga dan kelompok, atau bertundak sebagai konselor.

C. Psikologi forensik
Psikologi forensik adalah aplikasi prinsip-prinsip dan metode-metode psikologi pada sistem pengadilan kriminal. Ia berakar dalam penelitan empirik dan mendasarkan diri pada psikologi kognitif perkembangan, sosial , dan klinis. Salah satu focus utamanya adalah kajian perilaku kriminal dan pengelolaannya, tetapi dalam beberapa tahun terkahir minatnya telah diperluas mencakup bidang-bidang lain, khususnya mereka yang memilikir profil media tinggi.
Pihak yang peling banyak mempekerjakan psikologi forensik di inggris adalah HM Prison Service (termasuk Home Office Research and Development Unit maupun lembaga-lembaga permasyarakatan). Psikologi forensik (dulu disebuat psikolog kriminolog) juga bekerja di pelayanan kesehatan (termasuk unit rehabilitasi dan rumah sakit khusus/secure hospital untuk penderita sakit jiwa kriminal, seperti Broadmoor dan Rampton), pelayanan kepolisian, unit pelanggar hukum muda, dan probation service. Beberapa berkeja di dapartemen universitas dan konsultan swasta.

D. Psikologi pendidikan
Witherington dalam bukunya Educational Psychology terjemahan M. Buchori (1978) memberikan definisi psikologi pendidikan sebagai A systemic study of process and factors involved in the educational of human being is called educational psychology, yakni bahwa psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidkan manusia .
Psikolog pendidikan kebanyakn diperkerjakan oleh local educational authorities(LEAs) (otoritas pendidikan local), yang bekerja di sekolah, perguruan tinggi, di pusat anak dan keluarga (dulu disebut “child guidance”[bimbingan anak]),School psychological services, rumah sakit, tempat penitipan anak, taman kanak-kanak, sekolah khusus (day atau residential), dan residential children’s homes.
Di Amerika Serikat, psikologi pendidikan berkaitan dengan teori, metodelogi, dan aplikasi ke beragam isu pengajaran, pelatihan, dan belajar; psikologi sekolah mengacu kepada anak-anak, remaja, dan keluarga di sekolah dan lingkup terapan lainnya (Frederickson&Miller, 2008).

E. Psikologi okupasi (pekerjaan atau organisasi)
Psikologi industry dan organisasi merupakan satu keseluruhan pengetahuan ( a body of knowledge) yang berisi fakta, aturan dan prinsip-prinsp tentang perilaku manusia pada pekerjaan. Penggunaan pengetahuan psikologi industry dan organisasi harus ditujukan kepada kepentingan dan kemanfaatan pihak-pihak yang terlibat (baik perusahaan dan organisasi, maupun para karyawannya).
Occupational psychology (psikologi okupasi) terlibat dalam seleksi dan pelatiha individu-individu untuk pekerjaan dan bimbingan kerja, termasuk mengadministrasikan tes bakar dan minat. (Hal ini tumpang tindih dengan pekerjaan yang dilatih di bidang manejemen personalia.

F. Psikologi kesehatan
Psikologi kesehatan, yang melibatkan penggunaan prinsip-prinsip psikologi untuk mempromosikan perubahan pada sikap dan perilaku orang-orang tentang kesehatan dan penyakit, adalah salah satu bidang psikologi terapan yang lebih baru.
Psikolog kesehatan bekerja di beragam settings, seperti rumah sakit, unit penelitan akademik, otoritas kesehatan, dan jurusan-jurusan di universitras. Mereka munbkin menangani masalah-masalah yang diidentifikasi oleh lembaga-lembaga kesehatan, termasuk NHS Trust dan otoritas kesehatan, professional kesehatan (seperti GPs, perawat, dan terapis rehabilitasi) dan employers, di laur sistem perawatan kesehatan.

Referensi :
Gross, R. (2013). Gross Psychology The Science Of Mind and Behaviour. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Kalat, James W. 2010. Biopsikolog/Biological Psychology, Buku 1, Edisi 9. Jakarta: Salemba Humanika

Muhibbin Syah. 2010. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Munandar, Ashar sunyoto. 2012. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI Press

Papalia, Diane, E.Dkk. 2014. Menyelami Perkembangan Manusia, Buku 1, Edisi 12. Jakarta: Salemba Humanika


Stenberg,  Robert J. (2008). Psikologi Kognitif Edisi Keempat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar







Tidak ada komentar:

Posting Komentar